HUBUNGAN PENDIDIKAN, SOSIAL EKONOMI DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BAHAR V KAB. MUARO JAMBI

  • Nisa Kartika Ningsih
  • Aninda Ayu Putri Fuspita Sari

Abstract

Hasil Studi Status Gizi Indonesia 2021 (SSGI) Kementerian  Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan prevalensi balita yang mengalami  stunting di Indonesia  sebanyak  24,4% pada 2021. Dengan demikian hampir seperempat balita didalam negeri mengalami stunting pada tahun 2021.


Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Kuantitatif  dengan desain penelitian Observasional Analitik dengan  pendekatan  Cross  sectional  study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bahar V sebanyak 1.454 balita. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Accidental Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pengolahan data menggunakan program SPSS. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan rumus uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (0,05).


Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil analisis uji statistik Chi Square bahwa adanya hubungan antara pendidikan (p=0,001), dan pola asuh ibu (p=0,001)  dengan Kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bahar V. Sedangkan sosial ekonomi (p=0,070) tidak ada hubungannya dengan Kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bahar V.


Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi bagi Puskesmas Sungai Bahar V agar terus menggencarkan program pencegahan stunting dan melakukan intervensi kepada masyarakat dalam mencegah stunting


 


Kata Kunci : Pola Asuh, Pendidikan, Sosial Ekonomi, Stunting


 
Abstract

The results of the 2021 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) of the Ministry of Health (Kemenkes) show that the prevalence of stunted toddlers in Indonesia is 24.4% in 2021. Thus, almost a quarter of toddlers in the country will experience stunting in 2021.


This research is a type of quantitative research with an analytical observational research design with a cross-sectional study approach. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 24-59 months in the working area of the Sungai Bahar  V Health Center with a total of 1,454 toddlers. The sampling technique used in this research is Accidental Sampling. Data was collected using a questionnaire and data processing using the SPSS program. Data analysis in this study was univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test formula with a degree of confidence of 95% (0.05).


The results showed that the results of the Chi Square statistical test analysis showed that there was a relationship between education (p=0.001) and mother's upbringing (p=0.001) and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Sungai Bahar V Health Center. While socio-economic (p = 0.070) had nothing to do with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Sungai Bahar V Health Center.


The results of this study are expected to be material for consideration and evaluation for the Sungai Bahar V Health Center to continue to intensify the stunting prevention program and intervene in the community to prevent stunting.


Keywords: Parenting, Education, Socioeconomic, Stunting


 

Published
2024-06-30
How to Cite
KARTIKA NINGSIH, Nisa; AYU PUTRI FUSPITA SARI, Aninda. HUBUNGAN PENDIDIKAN, SOSIAL EKONOMI DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BAHAR V KAB. MUARO JAMBI. MIDWIFERY HEALTH JOURNAL, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 59-68, june 2024. ISSN 2716-2486. Available at: <https://ojs.stikeskeluargabunda.ac.id/index.php/midwiferyhealthjournal/article/view/274>. Date accessed: 04 nov. 2026. doi: https://doi.org/10.52524/midwiferyhealthjournal.v9i2.274.

Most read articles by the same author(s)