DETEKSI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DARI PRODUK SUSU KEDELAI YANG DIPASARKAN DI KOTA JAMBI

Main Article Content

Nadia Raihana Ririn Anjelin

Abstract

Susu kacang kedelai adalah minuman yang terbuat dari kacang kedelai. Pada saat ini, produk susu kedelai sudah dapat dengan mudah ditemukan di beberapa tempat seperti pasar, minimarket dan lain-lain. Cara pengolahan kedelai menjadi produk susu kedelai masih sederhana dan kadang kurang menjaga kebersihan sehingga rentan terhadap kontaminasi mikroba patogen penyebab penyakit. Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba pada susu kedelai antara lain kelembaban, oksigen, lama penyimpanan, proses produksi, suhu dan pH. Jenis penelitian yaitu penelitian eksperimental dengan rancangan observasional yang bersifat deskriptif. Sampel pada penelitian ini yaitu 3 sampel susu kedelai dengan konsumen yang ramai dengan kemasan botol plastik yang dijual pedagang di 3 kecamatan di Kota Jambi
Pemeriksaan sampel dilakukan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pertumbuhan koloni dengan menggunakan media MacConkey lalu diinokulasi ke media TSIA untuk menemukan keberadaan Escherichia coli pada masing-masing koloni. Dari hasil penelitian dengan MacConkey didapatkan data bahwa 2 sampel (66,7%) positif koloni, lalu 2 sampel tersebut diinokulasi ke media TSIA dan didapatkan 0 sampel (0%) mengandung bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 3 sampel susu kedelai di Kota Jambi yang diteliti, tidak mengandung bakteri Escherichia coli. Akan tetapi terdapat 1 sampel yang mengandung bakteri coliform melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI yang berarti sampel tersebut tidak layak dikonsumsi.
Kata Kunci : Susu kedelai, Escherichia coli, MacConkey, TSIA.
Abstract
Soy milk is a drink made from soybeans. At present, soy milk products can be easily found in several places such as markets, minimarkets and others. The way soybeans are processed into soy milk products is still simple and sometimes lacks hygiene, making it vulnerable to pathogenic microbial contamination that causes disease. The main factors that affect microbial growth in soy milk include moisture, oxygen, length of storage, production process, temperature and pH. The type of research is experimental research with an observational design that is descriptive in nature. Samples in this study were 3 samples of soy milk with consumers who were crowded with plastic bottles sold by traders in 3 sub-districts in Jambi City.
Sample examination was carried out to determine whether or not there was colony growth using MacConkey media and then inoculated onto TSIA media to find the presence of Escherichia coli in each colony. From the results of the study with MacConkey, it was found that 2 samples (66.7%) were positive for colonies, then the 2 samples were inoculated into TSIA media and found that 0 samples (0%) contained Escherichia coli bacteria. The conclusion of this study is that of the 3 soy milk samples in Jambi City studied, they did not contain Escherichia coli bacteria. However, there was 1 sample that contained coliform bacteria exceeding the threshold set by SNI, which means that the sample is not suitable for consumption.
)Keywords : Soy Milk, Escherichia coli, MacConkey, TSIA.

Article Details

How to Cite
RAIHANA, Nadia; ANJELIN, Ririn. DETEKSI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DARI PRODUK SUSU KEDELAI YANG DIPASARKAN DI KOTA JAMBI. PHARMACON JURNAL, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 21-24, aug. 2024. Available at: <https://ojs.stikeskeluargabunda.ac.id/index.php/pharmaconjurnal/article/view/287>. Date accessed: 01 nov. 2026.
Section
Articles