SKRINING DAN INTERVENSI OBAT PEREDA NYERI DAN EDUKASI TANAMAN BIOFARMAKA SEBAGAI ANTI INFLAMASI ALAMI SMKS KELUARGA BUNDA JAMBI
Main Article Content
Abstract
Nyeri muskuloskeletal merupakan keluhan umum pada pekerja berat akibat aktivitas fisik berulang dan intensitas kerja tinggi. Kondisi ini mendorong praktik swamedikasi obat pereda nyeri yang berisiko menimbulkan salah penggunaan obat (Medication Use Problem/MUP), terutama terkait dosis berlebih, penggunaan jangka panjang, dan kombinasi obat yang tidak rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah salah penggunaan obat pereda nyeri melalui skrining dan intervensi kefarmasian terstruktur pada pekerja berat. Metode yang digunakan meliputi skrining penggunaan obat melalui kuesioner dan wawancara, edukasi kelompok, serta konseling individual berbasis pharmaceutical care. Kegiatan dilaksanakan pada 50 pekerja berat. Hasil menunjukkan mayoritas peserta menggunakan obat golongan NSAID secara bebas dengan pola penggunaan berisiko. Terjadi peningkatan skor pengetahuan dari 55% pada pre-test menjadi 82% pada post-test. Intervensi kefarmasian terbukti efektif meningkatkan literasi penggunaan obat dan mengidentifikasi serta menyelesaikan masalah terkait obat. Program ini berkontribusi dalam pencegahan risiko kerusakan organ akibat penggunaan obat pereda nyeri yang tidak rasional.