PEMANFAATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENINGKATAN GIZI SEIMBANG DI DUSUN PURWODADI DESA PONDOK MEJA KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI
Main Article Content
Abstract
Stunting adalah suatu keadaan terjadinya gagal tumbuh yang
dialami oleh balita (anak usia bawah lima tahun) dapat disebabkan
karena kurangnya gizi secara kronis menyebabkan anak mengalami
pertumbuhan yang lebih pendek untuk anak seusianya balita pendek.
Daun kelor merupakan contoh pangan lokal yang dapat dimanfaatkan
sebagai olahan makanan pendamping bagi ibu hamil dan balita. Kelor
dikenal sebagai tanaman bergizi dan diperkenalkan oleh World Health
Organization (WHO) sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi
permasalahan gizi atau malnutrisi. Menurut World Health Organization
(WHO) di Indonesia tergolong dalam kategori tinggi untuk kasus stunting.
Berdasarkan data kasus balita stunting tersebut, saat ini Indonesia sedang
mengalami krisis kesehatan yang berat. Pengolahan puding daun kelor
diharapkan mampu meningkatkan minat terhadap konsumsi daun kelor
sehingga konsumsi sayuran pada ibu hamil dan balita dapat terpenuhi.
Olahan Daun Kelor Untuk Perbaikan Status Gizi Balita dalam Upaya
Pencegahan Stunting dalam pemberian olahan daun kelor pada balita
diperolehnilai p-value = 0,00. Nilai tersebut lebih kecil dari sig (α) = 0,05
(0,00 < 0,05).Dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan rata-rata
status gizi (TB/U) balita. Pertumbuhan balita yang tidak maksimal akan
berdampak sampai remaja dan dewasa. Perkembangan motorik pada
balita stunting menjadi terhambat dari pada balita tidak stunting.
Kata Kunci: Daun Kelor; Gizi Seimbang; Pemanfaatan
Abstract
Stunting is a condition of growth failure experienced by toddlers (children
under five years of age) which can be caused by chronic lack of nutrition
causing children to experience shorter growth for children their age, short
toddlers. Moringa leaves are an example of local food that can be used
as a complementary food for pregnant women and toddlers. Moringa is
known as a nutritious plant and was introduced by the World Health
Organization (WHO) as an alternative to overcome nutritional problems or
malnutrition. According to the World Health Organization (WHO),
Indonesia is classified as a high category for stunting cases. Based on data
on cases of stunting toddlers, Indonesia is currently experiencing a serious
health crisis. The processing of Moringa leaf pudding is expected to
increase interest in consuming Moringa leaves so that vegetable
consumption for pregnant women and toddlers can be fulfilled.
Processed Moringa Leaves to Improve the Nutritional Status of Toddlers in
Efforts to Prevent Stunting. When giving processed Moringa leaves to
toddlers, the p-value = 0.00. This value is smaller than sig (α) = 0.05 (0.00 <
0.05). It can be seen that there are differences in the average nutritional
status (TB/U) of toddlers. Toddler growth that is not optimal will have an
impact on teenagers and adults. Motor development in stunted toddlers
is hampered compared to non-stunting toddlers.
Keywords: Moringa leaves; Balanced nutrition; Utilization.