PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN INOVASI UBI NANAS (UNAS) SEBAGAI ALTERNATIF PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI DESA KEMINGKING LUAR MUARO JAMBI

Main Article Content

Reni Hariyanti Dwi Haryanti Sulastri Sulastri lusi afriyani

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya dan ditandai dengan terjadinya kadar glukosa dalam darah melebihi normal (Perkeni, 2015). Hiperglikemia yang terjadi berulang-ulang pada penderita diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi dan/atau kegagalan beberapa organ tubuh terutama pada mata, ginjal, saraf dan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler (Goldenberg dan Punthakee, 2013)
Di Indonesia, sebanyak 90% dari total penderita diabetes melitus merupakan penderita diabetes melitus tipe 2 (Kemenkes, 2014). Prevalensi penderita diabetes melitus usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sebesar 2%. Jika dibandingkan dari prevalensi tahun 2015 yaitu sebesar 2,1%, prevalensi penderita diabetes melitus pada tahun 2018 mengalami penurunan namun masih tergolong tinggi (Riskesdas, 2018). Tingginya prevalensi jumlah penderita diabetes dikarenakan belum semua penderita diabetes mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes dan kurang mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai (Perkeni, 2015).
Penatalaksanaan diabetes melitus ditujukan untuk mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah terjadinya penyakit komplikasi pada penderita dengan menerapkan empat pilar yaitu memberikan edukasi, terapi nutrisi medis, melakukan aktivitas fisik dan terapi farmakologi. Terapi nutrisi medis merupakan bagian penting dari penatalaksanaan diabetes melitus yang salah satunya dilakukan dengan pengaturan diet, seperti mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah atau beban glikemik makanan rendah dan mengonsumsi makanan tinggi serat (Perkeni, 2018).
Penderita diabetes mellitus yang mengkonsumsi serat dalam jumlah yang cukup dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah penderita. Serat terutama serat larut air yang masuk bersama makanan akan menyerap banyak cairan di dalam lambung dan membentuk makanan menjadi lebih viskos. Makanan yang lebih viskos akan memperlambat proses pencernaan sehingga proses penyerapan nutrisi seperti glukosa akan terjadi secara lambat (Mahan dan Escot, 2008). Penyerapan glukosa yang lambat akan menyebabkan kadar glukosa darah menurun (Chandalia dkk, 2000).

Article Details

How to Cite
HARIYANTI, Reni et al. PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN INOVASI UBI NANAS (UNAS) SEBAGAI ALTERNATIF PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI DESA KEMINGKING LUAR MUARO JAMBI. DEDIKASI KBJ: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 86-108, jan. 2024. Available at: <http://ojs.stikeskeluargabunda.ac.id/index.php/dedikasi-kbj/article/view/240>. Date accessed: 26 may 2024.
Section
Articles