PEMBUATAN PMT BISKUIT IKAN GULAMAH UNTUK ANAK GIZI KURANG DI DESA MAJELIS KAMPUNG LAUT

Main Article Content

Aristy Rian Avinda Aninda Ayu Putri Erlia Putri

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada balita di dunia. Data UNICEF tahun 2018 menunjukkan bahwa hampir separuh dari semua kematian pada anak-anak di bawah 5 tahun disebabkan oleh kekurangan gizi, yang menyebabkan 3 juta jiwa anak meninggal per tahun. Permasalahan gizi meliputi wasting dan stunting. Pada tahun 2016, 52 juta balita atau 7,7% mengalami wasting dan 22,9% atau satu dari empat anak dibawah usia 5 tahun diseluruh dunia mengalami pertumbuhan yang terhambat. Tahun 2000 sampai 2016, prevalensi stunting secara global menurum n dari 32,7% menjadi 22,9% (UNICEF, 2018)
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien dimana makanan yang dikonsumsi sangatlah berpengaruh terhadap status gizi seseorang diantaranya status gizi baik, kurang, buruk, dan lebih (Sulistyoningsih, 2011). ketidakseimbangan gizi dapat menurunkan kualitas SDM. Perbaikan gizi diperlukan mulai dari masa kehamilan, bayi dan anak balita, prasekolah, anak usia sekolah dasar, remaja, dewasa, sampai usia lanjut. Balita merupakan sasaran yang strategis dalam perbaikan gizi masyarakat karena pada balita, fungsi organ otak mulai terbentuk sehingga perkembangan kecerdasan meningkat pesat yang akan sangat mempengaruhi pola pertumbuhan anak yang dapat dilihat dari pertumbuhan fisiknya yang terarah (Seprianty dkk, 2015).
Kebutuhan gizi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak mengingat zatzat gizi dalam tubuh dapat membantu proses bayi dan anak serta mencegah terjadinya berbagai penyakit akibat kurang gizi dalam tubuh (Sulpidar, 2014). Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi berat dan kurang sebesar 18.4% pada balita di Indonesia yang dinilai menggunakan indeks berat badan menurut umur, yang terdiri atas gizi buruk 5.4% dan gizi kurang sebesar 13.0%. Secara nasional, Sulawesi Selatan termasuk dalam 15 provinsi yang prevalensi gizi lebihnya di atas prevalensi nasional, untuk prevalensi gizi kurang dan buruk Sulawesi Selatan sudah memenuhi target MDG dan RPJM Sedangkan data Riskesdas 2010 secara nasional, jumlah balita berat-kurang dikalangan anak balita mencapai 17.9% yang terdiri atas, 4.9% buruk dan 13.0% gizi kurang.

Article Details

How to Cite
RIAN AVINDA, Aristy; AYU PUTRI, Aninda; PUTRI, Erlia. PEMBUATAN PMT BISKUIT IKAN GULAMAH UNTUK ANAK GIZI KURANG DI DESA MAJELIS KAMPUNG LAUT. DEDIKASI KBJ: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 1-18, jan. 2024. Available at: <http://ojs.stikeskeluargabunda.ac.id/index.php/dedikasi-kbj/article/view/232>. Date accessed: 26 may 2024.
Section
Articles